Tulisan ini saya dapatkan dari tulisan yang sangat bagus sekali diposting oleh Ust. Yendri Junaidi. Lihat tulisan beliau antara bakat citata dan kesungguhan. Sangat menarik sekali. Nah salah salah refferensi beliau adalah Buku Tabiat Manusia karya Dr. Ali Al Wardi. Berikut salah satu kutipan dari buku tersebut yang kami kutip pada halanan ke 34-35. Semoga bermanfaat.
س : إسمح لي أن أعترض عليك . فان كلامك الذي قلته الآن يؤدي بنا الى نتيجة غير مقبولة عقلياً . ويبدو من كلامك ان شخصية الانسان مصنوعة بعوامل ارادة للانسان فيها ، ومعنى في أعماله لا مخير وان قوة الإرادة والدأب والمثابرة لا أثر لها في تقرير مصير الانسان او نجاحه في الحياة
فما جوابك على هذا ؟
إسمح لي أن أعترض عليك
ismahlii an a'taridho 'alaika
Kata ismah lii, ini kalau dibahasakan secara gampangnya adalah biarkan aku/ijinkan aku/ maafkan aku/ dsb. atau dalam bahasa inggrisnya let me...
an itu merupakan amil nashob, menashobkan fi'il mudhore' yang dimasukinya. Fi'il Mudhore'nya adalah
أعترض -
berasal dari i'tarodho - ya'taridhu - i'tirodhon اعترض - يعترض - اعتراضا
يعترض - ya'taridhu تعترض - ta'taridhu أعترض - a'taridhu نعترض - na'taridhu
Berhubung kemasukan an, jadi dibaca nashob, a'taridho.
فان كلامك الذي قلته الآن fa inna kalaamakalladzii qultahul an
كلام - dibaca nashob, karena merupakan isim inna
يؤدي بنا الى نتيجة غير مقبولة عقلياً
yuaddii binaa - menggiring kami
yuaddi merupakan khobar inna (berbentuk jumlah).
.........
(cuplikan bahasan nahwu shorof, untuk selengkapnya ... ?? )
Anda bisa melanjutkanya lagi....
Biarkan aku menyanggah apa yang engkau sampaikan. Karena sesungguhnya uraian yang anda sebutkan sekarang mengarahkan kami pada kesimpulan yang tidak bisa diterima akal. Tiap orang diciptakan dengan perangkat2 (kemampuan) masing2, sehingga maknanya seakan tidak ada pilihan dan sungguh kuatnya kemauan dan ketekunan tidak bisa membekas dalam mencapai cita2nya, atau kesuksesanya di dalam hidup? bagaimana jawaban anda tentang hal ini?
Sesungguhnya kemauan yang kuat, ketekunan, itu semua berpengaruh pada pencapaian seseorang, tapi pencapaianya punya batasan yang mempengaruhinya. Dan kesalahan istilah masa lalu ketika seseorang berkata, setiap orang yang bersungguh2 pasti akan terwujud, setiap yang berjalan di atas jalanya pasti akan sampai, atau tidak ada yang tak mungkin di dunia ini, misalnya.
Manusia yang ingin mencapai cita cita di dunia ini mesti berilmu dulu sebelum melangkah. Karena kesuksesan itu terkait dengan cita2 yang diinginkan, membutuhkan takaran2 yang ada pada dirinya sendiri dan arah ijtima'iyah . Tanpa qudroh ini, dan maka kesungguhanya akan sia2.
Siapa yang tidak tahu dengan peribahasa Arab yang sangat
populer :
من جد وجد
“Siapa yang bersungguh-sungguh ia akan mendapat.”
Adalah Dr. Ali al-Wardi, seorang cendekiawan muslim dari Irak yang secara terang-terangan menolak peribahasa ini dalam bukunya
“Tentang Karakter Manusia”
فى الطبيعة البشرية
Oleh karena itu, menurut al-Wardi, tugas utama dan terberat
seorang pendidik (baik guru maupun orang tua) adalah menemukan bakat dan
potensi pada anak, lalu mengarahkannya sesuai dengan bakat yang dimilikinya
itu. Ketika ia terkadang agak lesu dan malas, barulah tepat diberikan motivasi
“man jadda wajada” (siapa yang bersungguh-sungguh akan mendapat).
Rasululloh Saw adalah sosok pendidik yang sangat piawai
menemukan bakat dan potensi yang ada pada setiap sahabatnya. Sahabat beliau
Khalid bin Walid, potensinya adalah di bidang militer, maka diarahkan oleh
Rasulullah Saw ke sana. Untuk memotivasi dan menghargai bakatnya di bidang itu
Rasulullah Saw menjulukinya dengan “Pedang Alloh yang terhunus”.
Kenapa kita sedikit sekali menemukan hadits yang diriwayatkan oleh Khalid bin Walid? Karena meriwayatkan hadits bukan bakatnya
- Lalu siapa yang berbakat di bidang periwayatan hadits? Itulah dia Abu Hurairah.
- Untuk tafsir al-Quran? Itulah dia Ibnu Abbas.
- Untuk bidang faraidh atau warisan Islam? Itulah dia Zaid bin Tsabit.
- Untuk masalah adil-mengadili? Itulah dia Ali bin Abi Thalib.
- Orang yang berbakat menjaga rahasia? Itulah dia Hudzaifah bin Yaman.
- Orang yang paling bisa dipercaya? Itulah dia Abu Ubaidah bin al-Jarrah.
- Orang yang paling berbakat dalam tahsin bacaan al-Quran? Itulah dia Abdullah bin Mas’ud.
Jadi, tanpa mengabaikan arti sebuah motivasi, tapi berikanlah motivasi pada orang yang sedang berjuang meraih cita-cita dalam bakat yang yang dimilikinya. Kalau tidak, motivasi akan tinggal motivasi. Kita hanya akan menunggu sesuatu yang sulit terwujud. Ibarat kata orang Minang:
Bak
mamintak sisiak ka limbek
Ibarat meminta sisik kepada ikan lambat (yang tak punya sisik)
Comments
Post a Comment