قَوْلُهُ تَعالى: ﴿وَكانَ أبُوهُما صالِحًا﴾ قالَ ابْنُ عَبّاسٍ: حِفْظًا بِصَلاحِ أبِيهِما، ولَمْ يُذْكَرْ مِنهُما صَلاحًا. وقالَ جَعْفَرُ بْنُ مُحَمَّدٍ عَلَيْهِ السَّلامُ: كانَ بَيْنَهُما وبَيْنَ ذَلِكَ الأبِ الصّالِحِ سَبْعَةُ آَباءٍ. وقالَ مُقاتِلٌ: كانَ أبُوهُما ذا أمانَةٍ
Asuransi terbaik anak adalah kesholihan ayahnya .
_________
Surat Al Kahfi: 82 ...وَكانَ أبُوهُما صالِحًا...
...Konon ayah dari kedua anak itu adalah seorang yang sholih...
Ibnu 'abbas rodhiyallohu 'anhu: Kedua anak itu terjaga karena kesholihan ayahnya, dan tidak disebutkan kesholihan kedua anak itu.
Ja'far bin Muhammad: antara anak turunan ketujuh dan ayahnya yang sholih
Muqootil: ayah kedua anak itu adalah orang yang jujur/dapat dipercaya
Tafsir Ibnu Jauzi - Zaadul Masir: 867
ابن قيم الجوزية رحمه الله:
وكم ممن أشقى ولده وفلذة كبده في الدنيا والآخرة بإهماله وترك
تأديبه، وإعانته له على شهواته. ويزعم أنه يكرمه وقد أهانه، وأنه يرحمه
وقد ظلمه وحرمه، ففاته انتفاعه بولده، وفوت عليه حظه في الدنيا
والآخرة، وإذا اعتبرت الفساد في الأولاد رأيت عامته من قبل الآباء.
تحفةالمودود باحكام المولود: 351
Ibnu Qoyyim rahimahullah ( 691H - 751H )
Berapa banyak orang yang membuat celaka anaknya dan buah hatinya di dunia dan akhirat, dikarenakan dia mengabaikanya, meninggalkan ta`dib (membuat anak jadi beradab) , dan dikarenakan dia membantu memfasilitasi syahwatnya.
tapi orang ini menduga bahwa dia sedang memuliakan anaknya padahal sedang menghinakan/menjatuhkan anaknya, dia menduga sedang menyayangi anaknya padahal dia mendzolimi dan "mengotori" anaknya.
Maka hilanglah dari dirinya manfaat yang bisa diambil bersama anaknya. Dan hilanglah bagianya (pahala) di dunia dan akhirat.
Kalau anda amati kerusakan pada anak2 maka anda akan melihat bahwa penyebab utamanya datang dari para ayah.
tapi orang ini menduga bahwa dia sedang memuliakan anaknya padahal sedang menghinakan/menjatuhkan anaknya, dia menduga sedang menyayangi anaknya padahal dia mendzolimi dan "mengotori" anaknya.
Maka hilanglah dari dirinya manfaat yang bisa diambil bersama anaknya. Dan hilanglah bagianya (pahala) di dunia dan akhirat.
Kalau anda amati kerusakan pada anak2 maka anda akan melihat bahwa penyebab utamanya datang dari para ayah.
Tuhfatul Maudud bi Ahkamil Maulud: 351
Comments
Post a Comment