Skip to main content

Posts

Gus Baha | Makna Kehidupan Bahagia

Hidup itu apa? hidup itu adalah cari sebanyak mungkin, supaya hidup itu tidak tergantung pada banyak hal. Orang yang mempertahankan eksistensinya butuh banyak hal, dengan yang tidak butuh banyak hal, itu pinter mana? Orang yang bahagianya nunggu jadi doktor, nunggu jadi kyai besar, nunggu jadi kyai viral, dengan orang yang bahagianya cukup dengan ngopi, itu pinter mana?  tapi kalau dibalik pertanyaanya, orang yang tahu nikmat hanya kopi,  dengan yang tahu banyak?  itu pinter mana? Orang yang banyak kebutuhan itu sebenarnya, banyak kebodohanya, karena menggantungkan kebahagiaanya dengan banyak hal. Makanya Imam Asy Syafi'i Istighna itu apa?  الإستغناء عن الشيء لا به Al Istighna anisy syai- laa bihi Yang dikatakan kecukupan adalah berusaha sebanyak mungkin, banyak hal gak kamu butuhkan. Bukan memenuhin nafsu kamu, karena nafsu kamu itu gak ada batasnya, kalau kamu penuhin akan selesai2.  bisa kalian baca selengkapnya disini ya, temen2....

Gus Baha | Resep Bahagia

Imam yang ngarang hikam itu punya resep, supaya kamu seneng terus.  ليقل ما تفرح به يقل ما تحزنوا عليه Usahakan sedikit sekali apa yang bikin kamu seneng, maka akan sedikit sekali yang bikin kamu susah. Karena tarifnya dia itu ideal, maka mudah kecewa kalau itu tidak terjadi. Lak kulo mboten, mbayangno ko jogjo wes pokok e bojoku jek utuh, islam, lek sholat yo madep ngulon, ya sudah gitu saja. Pakai standar2 yang minimalis saja. Andaikan saya pakai standar yang maksimal, maka akan mudah kecewa. Rosululloh juga begitu, misalnya Nabi pagi2 tanya Ya A'isyah apa ada sarapan?  Ndak ya Rosululloh Ya idzan ashummu yasudah saya puasa. Kalau sampeyan? isuk2 ora digekno kopi, wong wedok opo? Muna muni ittiba' sunnah Rosul tapi gak pernah sampeyan mendekati nopo? Sunnah Rosul. 

Gus Baha | Alloh tidak bosan sampai engkau Bosan

Mulane katah ulama mbiyen lak wiridan, Mulane jarene Mbah Zubair, niki ijazahe Mbah Moen. Mbah Zubair angger ono santrine... ojo qulhu akeh2, titik ae cung, sing penting diridani Pengeran. Kok akeh2, marai kowe ngremeng. Mulane kyai2 alim lek wiridan sediluk, nah akhire santrine ora alim, niru sediluk e tok, dadine ora karu2an. Tapi ngono iku yo onok ilmune,  إنَّ الله تعالى لا يَمَلُّ حتى تملُّوا Alloh iku ora bosen, nganti kowe dewe sing nopo? bosen. Mulane kuwi sing kulo suwun, mulane kadang wiridan dalu, kadang kowe wes gak nyaman nggih....

Gus Baha | Berterimakasih Juga kepada Manusia

Wong nyebut Alloh, niku kadang niyate ora pati bener. Misale, kowe nduwe rizqi ko sopo? ko Alloh, mergo moh ngakoni jasane menungso. Sebab niku, riyin kanjeng Nabi ngancam,  من لم يشكرِ النَّاسَ لم يشكرِ اللَّهَ Wong sing ora gelem maturnuwun mbek wong, iku hakikote ora matur nuwun mbek Alloh Subhanahu wata'ala. Muni pinter hafal quran, mergo kersane Alloh, wis suwe... lek kersane Alloh. Mergo moh ngakoni gurune, moh ngakoni? jasane wong tuwane sing mbiyayai. Itu bahaya.... Sehingga, para nabi itu lak ngendikan itu,  وَٱتَّبَعۡتُ مِلَّةَ ءَابَاۤءِیۤ  Surat Yusuf 38 Aku iso ngene i, mergo anut mbah2ku. Nabi Yusuf lho niku, mpun Nabi,  Nabi itu kan definisinya, orang yang mendapat ilham, atau wahyu, atau yang bisa komunikasi dengan Alloh, niku mawon ngendikane وَٱتَّبَعۡتُ مِلَّةَ ءَابَاۤءِیۤ  disebut Ibrohima wa Ishaqo wa Ya'qub إِبۡرَ ٰ⁠هِیمَ وَإِسۡحَـٰقَ وَیَعۡقُوبَۚ مَا كَانَ لَنَاۤ أَن نُّشۡرِكَ بِٱللَّهِ مِن شَیۡءࣲۚ ذَ ٰ⁠لِكَ مِن فَضۡلِ ٱللَّهِ عَلَیۡنَا وَع...

Tafsir Al Qosimi Surat An Naba 10 | Malam Sebagai Pakaian

Waktu merupakan salah satu hal yang menjadi fokus dalam ajaran islam. Terutama pentingnya memanfaatkan waktu, saat kita hidup di dunia ini. Bagaimana memanfaatkanya? dan bagaimana mencegahnya dari hal-hal yang tidak berguna untuk kehidupan pribadi kita bahkan untuk kehidupan masyarakat. Salah satu bahasan tentang waktu di dalam al quran, adalah tentang bergilirnya siang dan malam. Alloh yang menundukkan siang dan malam untuk kehidupan kita. Oleh karena nya kita musti menggunakan waktu siang dan malam kita juga secara tepat dan bermanfaat.  Salah satunya Alloh mensifati Malam itu Pakaian sedangkan Siang itu mata Pencaharian. Hal ini di bahas salah satunya di dalam Surat An Naba: 10, khususnya tentang waktu Malam sebagai pakaian.  وَجَعَلۡنَا ٱلَّیۡلَ لِبَاسࣰا dan Kami menjadikan malam sebagai pakaian An Naba: 10 ________  فَكَما أنَّ الإنْسانَ بِسَبَبِ اللِّباسِ،  (Malam) Sebagaimana fungsi pakaian untuk manusia  يَزْدادُ جَمالُهُ وتَتَكامَلُ قُوَّتُهُ ويَنْدَفِع...

Pandangan Kelelawar - Tafsir Ibnul Qoyyim Surat An Nur 40

Salah satu bahasan yang menarik dari tafsir surat an nur ayat 40 oleh Imam Ibnul Qoyyim yang adalah tentang penglihatan yang seharusnya terhadap cahaya dan response alamiahnya. Wahyu adalah cahaya yang menerangi kehidupan kita di dunia dan akhirat. Sehingga kita perlu merespon nya dengan respon yang baik terhadap cahaya itu, agar kita mampu untuk melihat jalan hidup kita dengan tepat.  Ibnul Qoyyim  وإذا قابلتْ بصيرته الخفّاشيّة ما بعث اللّه به محمّدا ﷺ من النّور جدّ في الهرب منه  وكاد نوره يخْطف بصره فهرب إلى ظلمات الآراء الّتي هي به أنْسب وأوْلى كما قيل  خفافيش أعشاها النّهار بضوْئه    ووافقها قطع من اللّيل مظلم    dalam versi lain tertulis خفافيشُ أعشاها نهارٌ بضوئه   ولاءَمَها قِطْعٌ من الليل غَيهبُ Apabila pandangan matanya seperti kelelawar, (bertemu) dengan apa yang (disampaikan) Alloh kepada Nabi Muhammad Sholallohu'alaihi wa Sallam yaitu berupa cahaya, maka dia cepat2 menghindar darinya, karena cahaya itu menyambar pandanganya. ...

Sikap Pendidik kepada Muridnya | Ust Yendri Junaidi

  Nutrisi Jasmani dan Ruhani Sebagaimana seorang anak atau bayi, yang setiap hari diberi makan, diberi gizi, diberi asupan. Maka dia akan berkembang, tumbuh dari segi fisik, menjadi kanak-kanak, kemudian remaja, sampai menjadi pemuda. Kalau seandainya bayi, diberi makanan setiap hari, tapi tidak berdampak pada perkembangan fisiknya, tidak menjadikan dia tumbuh dan matang, berarti ada masalah pada asupanya. Kita bapak ibuk, setiap minggu paling tidak diberi asupan rohani, dan sebagian kita barangkali setiap malam mengikuti kajian2 wirid2 di berbagai masjid, musholla dan juga di media elektronik. Walaupun asupan rohani tidak sama dengan asupan makanan, yang nampak langsung pada perubahan fisik dari manusia. Tetapi kita perlu juga untuk mengevaluasi diri. Sudahkah asupan2 yang kita ikuti itu, yang kita dengar itu, membuat kita semakin tumbuh dan berkembang? Dalam segi.. keimanan, dalam segi kedewasaan, dalam segi kematangan, dalam menghadapi hidup.  Kematangan Jiwa Maka seandainy...